SUMATERA (YKBS) — PT Hutama Karya Asset Management (HKA) memperkuat kesiapsiagaan operasional untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi menimbulkan kabut asap di sepanjang Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS). Langkah ini dilakukan guna menjaga keselamatan pengguna jalan, mempercepat penanganan kondisi darurat, serta meminimalkan gangguan terhadap kelancaran lalu lintas. Upaya antisipasi tersebut difokuskan pada sejumlah ruas tol yang melintasi kawasan rawan karhutla, khususnya Tol Palembang–Indralaya (Palindra), Indralaya–Prabumulih (Indraprabu), serta Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka). Wilayah di sekitar koridor tersebut memiliki area lahan gambut yang berpotensi mengalami kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca dan tingkat kekeringan mendukung penyebaran api. Asap yang menyelimuti jalan tol dapat mengurangi jarak pandang pengemudi, meningkatkan risiko kecelakaan, serta menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Siagakan 25 Personel dan Armada Pendukung Untuk meningkatkan kecepatan respons terhadap situasi darurat, HKA menyiagakan sedikitnya 25 personel yang bertugas secara bergantian selama 24 jam. Kesiapan personel tersebut didukung oleh armada dan peralatan operasional untuk penanganan awal kebakaran serta bantuan kepada pengguna jalan. Sejumlah sarana yang disiapkan meliputi mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter untuk mendukung pemadaman awal dan penyiraman area rawan di ruang milik jalan (rumija). Selain itu, tersedia kendaraan derek dan mobil patroli yang dilengkapi tangki air tambahan berkapasitas 3.000 liter serta alat pemukul api atau gepyok. HKA juga menyiapkan ambulans dan tim penyelamat (rescue) untuk membantu penanganan kondisi darurat, termasuk memberikan pertolongan awal apabila terjadi kecelakaan. Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat mitigasi risiko di lingkungan jalan tol, terutama ketika kebakaran lahan di sekitar koridor berpotensi mengganggu jarak pandang dan keselamatan berkendara. Dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada media, perwakilan manajemen HKA menyatakan bahwa pengalaman menangani karhutla pada periode sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan respons di lapangan. Perkuat Koordinasi Lintas Instansi Selain menyiapkan personel dan armada, HKA memperkuat koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, Manggala Agni, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi lintas instansi tersebut diarahkan untuk mempercepat pemantauan kondisi lapangan, penilaian situasi atau assessment, serta penanganan titik api yang berpotensi berdampak terhadap operasional jalan tol. Kolaborasi ini penting karena penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pengelola infrastruktur, petugas pemadam kebakaran, aparat keamanan, hingga instansi penanggulangan bencana. HKA juga mengoptimalkan penyampaian informasi kondisi lalu lintas melalui Variable Message Sign (VMS), kanal media sosial, serta patroli rutin. Langkah tersebut ditujukan untuk memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan apabila terdapat gangguan akibat asap atau kondisi darurat lainnya. Pengguna Jalan Diimbau Mengutamakan Keselamatan Dalam menghadapi potensi kabut asap, pengguna Jalan Tol Trans-Sumatera diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman antarkendaraan, serta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jarak pandang. Pengemudi juga perlu memperhatikan rambu dan informasi elektronik yang tersedia di sepanjang jalan tol. Apabila jarak pandang menurun secara signifikan, pengemudi harus menghindari pengereman mendadak dan manuver yang dapat membahayakan kendaraan lain. Jika kondisi asap membuat perjalanan tidak aman, pengguna jalan sebaiknya mengikuti arahan petugas di lapangan dan memanfaatkan tempat berhenti yang telah ditentukan atau lokasi aman yang diarahkan petugas. Pengemudi tidak dianjurkan berhenti sembarangan di lajur lalu lintas maupun bahu jalan tanpa alasan keselamatan yang mendesak. Untuk memperoleh bantuan darurat atau informasi lalu lintas, pengguna jalan dapat menghubungi layanan yang dicantumkan dalam informasi resmi pengelola JTTS, yakni Call Center 150-700 atau layanan WhatsApp 08112-77000. Ketersediaan dan keaktifan nomor layanan tersebut perlu dipastikan kembali sebelum publikasi. Komitmen terhadap Keselamatan dan Lingkungan Kesiapsiagaan menghadapi karhutla merupakan bagian penting dalam menjaga keandalan infrastruktur jalan tol sekaligus melindungi masyarakat dari risiko kecelakaan akibat kabut asap. Melalui penyiagaan personel, penyediaan armada pendukung, penguatan koordinasi lintas instansi, dan penyebaran informasi kepada pengguna jalan, HKA berupaya meningkatkan kesiapan menghadapi potensi gangguan di sejumlah koridor Jalan Tol Trans-Sumatera. Keberhasilan upaya tersebut memerlukan sinergi berkelanjutan antara pengelola jalan tol, instansi pemerintah, aparat keamanan, petugas penanggulangan kebakaran, serta masyarakat. Pencegahan karhutla juga perlu diperkuat agar risiko kebakaran dan dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, serta konektivitas wilayah Sumatera dapat ditekan. Redaksi Media Center Yayasan Kiandra Setia Bangsa Media Publikasi dan Himbauan Masyarakat Post navigation Polri dan Kementerian Kehutanan Perketat Penindakan Perambahan Hutan, Korporasi Berizin hingga Pelaku Ilegal Jadi Sorotan