PEKANBARU — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga terus didorong melalui pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru di bawah Kementerian Transmigrasi mengintensifkan pendampingan bagi kelompok perempuan di Kawasan Transmigrasi Barelang, Kota Batam.

Pendampingan tersebut dilakukan melalui program Bimbingan Pasca Pelatihan Ketahanan Pangan berbasis Intensifikasi Lahan Pekarangan (ILP) yang menyasar masyarakat di Satuan Permukiman (SP) 1 Tanjung Banon, kawasan Rempang.

Program ini diarahkan untuk mendorong masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu mengoptimalkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan rumah tangga sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi produktif.

Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) BPPMT Pekanbaru, Ayu Andria, mengatakan pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga.

“Kami mendorong perempuan untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam tanaman obat keluarga, sayuran, dan berbagai komoditas pangan lainnya. Dengan teknik yang tepat, lahan pekarangan yang terbatas tetap bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujar Ayu Andria dalam keterangan resminya.

Mengubah Pekarangan Menjadi Sumber Pangan Produktif

Konsep Intensifikasi Lahan Pekarangan tidak semata-mata menitikberatkan pada luas lahan, tetapi bagaimana ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan produktif.

Untuk menjawab keterbatasan lahan di kawasan permukiman, BPPMT Pekanbaru memperkenalkan sejumlah teknik budidaya yang relatif sederhana dan dapat diterapkan oleh masyarakat sesuai kondisi lingkungan masing-masing.

Beberapa metode yang diperkenalkan antara lain vertikultur dan polybag untuk menghemat ruang, hidroponik sederhana yang memungkinkan budidaya tanaman dengan penggunaan air dan nutrisi secara lebih terukur, serta raised bed untuk menciptakan media tanam yang lebih terkontrol.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan bercocok tanam menjadi lebih mudah diterapkan, termasuk pada pekarangan dengan luas terbatas.

Penguatan Kelompok Wanita Tani

Program pemberdayaan juga dilakukan melalui penguatan kelembagaan masyarakat, terutama Kelompok Wanita Tani (KWT). Kelompok menjadi wadah bagi perempuan untuk saling berbagi pengetahuan, mengembangkan keterampilan budidaya, sekaligus membangun kegiatan ekonomi secara bersama-sama.

Pendampingan tidak berhenti pada teknik bercocok tanam. Masyarakat juga diarahkan untuk memahami pengelolaan bibit dan sarana produksi, pemeliharaan tanaman, pemanenan, hingga pengolahan dan pemasaran hasil.

Dengan pendekatan tersebut, pekarangan diharapkan tidak hanya menghasilkan bahan pangan untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga dapat berkembang menjadi bagian dari rantai usaha produktif masyarakat.

Dari Ketahanan Pangan Menuju Kemandirian Ekonomi

Optimalisasi pekarangan memiliki manfaat ganda. Di satu sisi, hasil budidaya dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kualitas konsumsi keluarga. Di sisi lain, kelebihan hasil panen dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Sayuran, tanaman obat keluarga, maupun komoditas pangan lainnya dapat diolah dan dikemas menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Jika dikelola secara konsisten dan didukung pemasaran yang baik, kegiatan tersebut berpotensi menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarga.

Bagi perempuan, keterlibatan dalam kegiatan produktif semacam ini juga membuka ruang untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat jejaring sosial, dan mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan ekonomi rumah tangga.

Ketahanan Pangan yang Selaras dengan Kelestarian Lingkungan

Selain berdampak terhadap ketahanan pangan dan ekonomi keluarga, intensifikasi lahan pekarangan juga dapat diarahkan menjadi praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu upaya yang dapat dikembangkan adalah pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi kompos. Sampah dapur yang sebelumnya menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pendukung media tanam.

Penggunaan pupuk organik juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap input kimia sekaligus mendukung kualitas tanah dan lingkungan sekitar.

Jika diterapkan secara berkelanjutan, pemanfaatan pekarangan dapat menciptakan lingkungan permukiman yang lebih hijau, produktif, dan tertata. Dengan demikian, ketahanan pangan keluarga dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Pemberdayaan Perempuan sebagai Fondasi Ketahanan Keluarga

Inisiatif BPPMT Pekanbaru di SP 1 Tanjung Banon menunjukkan bahwa pembangunan ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat, yakni rumah dan keluarga.

Perempuan memiliki posisi strategis dalam pengelolaan pangan rumah tangga. Karena itu, peningkatan kapasitas dan keterampilan perempuan melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan kelompok menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang lebih mandiri.

Yayasan Kiandra Setia Bangsa mengapresiasi langkah pemberdayaan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendorong pembangunan yang memperhatikan dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Bagi Yayasan Kiandra Setia Bangsa, pemberdayaan masyarakat tidak semestinya hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada peningkatan kemampuan masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki secara mandiri dan berkelanjutan.

Program intensifikasi lahan pekarangan di kawasan Rempang menjadi contoh bahwa lahan terbatas tetap dapat memberikan manfaat besar apabila dikelola dengan pengetahuan, teknologi sederhana, kelembagaan yang kuat, dan pendampingan yang berkesinambungan.

Pada akhirnya, ketahanan pangan nasional dapat dibangun dari ketahanan pangan keluarga, sementara ketahanan keluarga akan semakin kuat ketika perempuan memperoleh ruang, pengetahuan, dan kesempatan untuk menjadi bagian aktif dari proses pembangunan.

Tim Humas
Yayasan Kiandra Setia Bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *