PEKANBARU (MEDIA KIANDRA) — Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara resmi membuka Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI tingkat Kota Pekanbaru di Hall A Sport Center, kawasan Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Rabu (2/9/2026). Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dan diikuti sekitar 2.000 peserta yang mewakili 15 kecamatan se-Kota Pekanbaru. Ajang tersebut menjadi wadah bagi para guru untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga, seni, sekaligus memperkuat silaturahmi dan solidaritas antarpendidik. Dalam sambutannya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengapresiasi tingginya antusiasme para guru yang mengikuti PORSENIJAR. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan membangun semangat positif di kalangan tenaga pendidik. “Hari ini kami menghadiri pembukaan pekan olahraga para guru. Ini sangat luar biasa karena semangatnya membara dan mengeluarkan aura-aura positif,” ujar Agung Nugroho. Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi modal bagi kontingen Pekanbaru untuk meraih prestasi terbaik hingga tingkat Provinsi Riau. Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjut Agung, berkomitmen memberikan dukungan terhadap para peserta yang nantinya berhasil menjadi juara di tingkat kota. Mereka diharapkan dapat memperkuat kontingen Pekanbaru dalam PORSENIJAR PGRI tingkat Provinsi Riau yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Siak pada 22 September 2026. “Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan nantinya kita bisa mengirimkan para pemenang dari beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan untuk berlaga di PORSENIJAR Provinsi Riau di Kabupaten Siak,” tambahnya. 400 Atlet Guru Ikuti 10 Cabang Lomba Ketua PGRI Kota Pekanbaru, Miftahudin, menjelaskan PORSENIJAR tingkat Kota Pekanbaru digelar selama tiga hari dan diikuti sekitar 400 atlet yang berasal dari 15 kecamatan. Sebanyak 10 cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut. Kompetisi tidak hanya mencakup olahraga, tetapi juga memberikan ruang bagi para guru untuk menyalurkan bakat dan kreativitas di bidang seni. Beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain bola voli, sepak takraw, dan bulu tangkis. Sementara pada bidang seni terdapat sejumlah perlombaan, di antaranya tari, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), dan paduan suara. Miftahudin mengimbau seluruh peserta agar mengedepankan sportivitas selama pertandingan. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam PORSENIJAR, karena semangat kebersamaan dan kekeluargaan juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung tertib, kondusif, damai, serta mampu memperkuat hubungan antarguru dari berbagai kecamatan di Kota Pekanbaru. Yayasan Kiandra Setia Bangsa Apresiasi PORSENIJAR Ketua Umum Yayasan Kiandra Setia Bangsa, Mulyono Widiarta, S.T., turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan PORSENIJAR PGRI Kota Pekanbaru. Menurut Mulyono, kegiatan yang mempertemukan para pendidik dalam suasana olahraga, seni, dan kebersamaan memiliki nilai strategis dalam mendukung kualitas sumber daya manusia. “Kami dari Yayasan Kiandra Setia Bangsa menyambut hangat dan mendukung penuh pelaksanaan PORSENIJAR PGRI ini. Guru merupakan garda terdepan pembangunan sumber daya manusia. Wadah ruang ekspresi seni dan olahraga seperti ini sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik serta kesejahteraan mental para pendidik. Guru yang bahagia dan sehat tentu akan melahirkan ekosistem belajar yang positif bagi anak-anak didik kita,” ungkap Mulyono Widiarta. Ia menilai kegiatan tersebut juga memiliki dimensi pendidikan karakter. Nilai sportivitas, gotong royong, disiplin, kerja sama, dan kebersamaan yang dibangun melalui PORSENIJAR dinilai sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berkualitas. “Nilai-nilai sportivitas, gotong royong, dan kebersamaan yang terbangun dalam PORSENIJAR sejalan dengan semangat pendidikan karakter. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun budaya positif bagi peserta didik,” lanjutnya. Mulyono berharap PORSENIJAR tidak berhenti sebagai agenda kompetisi tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi ruang konsolidasi dan penguatan kapasitas para pendidik di Kota Pekanbaru. Bukan Sekadar Kompetisi PORSENIJAR PGRI Kota Pekanbaru pada akhirnya tidak hanya menjadi arena untuk mencari guru-guru berprestasi di bidang olahraga dan seni. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi para pendidik dari berbagai wilayah untuk membangun komunikasi, memperkuat solidaritas, dan menjaga semangat kebersamaan. Di tengah tuntutan profesi guru yang semakin kompleks, ruang rekreasi, ekspresi, dan interaksi positif menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat. Guru yang memiliki semangat, kesehatan, dan hubungan sosial yang baik diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih positif bagi peserta didik. Dengan berlangsungnya PORSENIJAR selama tiga hari, perhatian tidak hanya tertuju pada siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga pada nilai-nilai yang tumbuh selama kegiatan berlangsung. Para peserta yang nantinya meraih prestasi terbaik akan mendapat kesempatan membawa nama Kota Pekanbaru ke tingkat Provinsi Riau. Ajang di Kabupaten Siak pada 22 September 2026 mendatang sekaligus menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana potensi dan kekuatan kontingen Pekanbaru di tingkat provinsi. Semangat berkompetisi, menjunjung sportivitas, serta menjaga persaudaraan diharapkan menjadi modal utama para guru Pekanbaru untuk meraih prestasi sekaligus memperkuat peran mereka sebagai teladan bagi generasi penerus. — Tim Media Center Yayasan Kiandra Setia Bangsa Penulis : Tim Litbang Yayasan Kiandra Setia BangsaKategori : Publikasi Ilmiah dan Edukasi PublikKontak : Media Center Yayasan Kiandra Setia Bangs Post navigation Polres Bengkalis Tetapkan Tersangka Perambahan SM Giam Siak Kecil, Yayasan Kiandra Setia Bangsa Dorong Penegakan Hukum hingga Pemulihan Ekosistem Titik Api Karhutla Riau Kembali Menyala, Yayasan Kiandra Setia Bangsa Dorong Penanganan Terpadu dan Mitigasi Jangka Panjang